Ujian Pendidikan Kesetaraan Bagi Siswa Berkebutuhan Khusus di Homeschooling Metakognisi tahun ajaran 2016-2017

Siswa berkebutuhan khusus tetap memiliki hak untuk memperoleh pendidikan yang setara dengan siswa formal.  Namun tetap mengedepankan kesesuaian dengan kemampuan anak di mana mereka memiliki keunikan dan keistimewaan dibandingkan dengan siswa normal.

IMG-20170504-WA0008
Siswa berkebutuhan khusus dari Homeschooling Metakognisi di dampingi orang tua dan atau guru saat mengerjakan Ujian Sekolah Pendidikan Kesetaraan (Homeschooling Metakognisi)

Homeschooling atau PKBM Metakognisi telah mengakomodir siswa berkebutuhan khusus di tingkat SD dan SMP.  Di mana mereka tidak mampu bersekolah di sekolah formal karena keterbatasan fisik dan psikologisnya.  Siswa berkebutuhan khusus seperti Disleksia, Manic-Depressive, dan Cerebal Palsy dapat bersekolah dengan perlakuan khusus yaitu terapi sekaligus mendapat legalitas formal dari pembelajaran yang dilakukan.  Bahkan mereka mampu mengikuti ujian kesetaraan yang diselenggarakan oleh pemerintah.

Mereka tetap mendapatkan pendidikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan juga diterapi pada saat yang bersamaan.  Sehinga perbaikan yang terjadi beriringan dengan proses belajar dan mengajar yang berlangsung.  Siswa tidak hanya fokus kepada pelajaran, namun juga proses terapi yang dilakukan sehingga mereka dapat kembali ke sekolah formal di kemudian hari.

Ujian kesetaraan tingkat SD atau Paket A dilakukan dua tahap, yaitu ujian sekolah dan ujian nasional berbasis daerah.  Ujian sekolah dilakukan oleh Dinas Pendidikan Jakarta Selatan Wilayah II, yaitu oleh Seksi PAUD dan DIKMAS secara serentak bagi semua PKBM atau Homeschooling di wilayah DKI Jakarta.  Pelaksaaan Ujian dilaksanakan di SDN 01 Ragunan pada 3,4,5,6 Mei 2017.  Mata pelajaran yang diujikan pada ujian sekolah yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, PKN, IPA, IPS, Muatan Lokal. Seni Budaya, Pendidikan Kesehatan dan Olah Raga, dan Agama. Ujian sekolah Sedangkan ujian nasional berbasis daerah dilaksanakan pada 15,16, dan 17 Mei 2017 di SDN 01 Ragunan, Jakarta Selatan.  Sedangkan mata pelajaran yang diujikan pada ujian nasional adalah Bahasa Indonesia, PKN, Matematika, IPS, dan IPA.

IMG-20170505-WA0007
Ujian Sekolah Pendidikan Kesetaraan Paket A atau setara dengan Sekolah Dasar (SD) yang diikuti peserta dari Homeschooling Metakognisi di SDN 01 Ragunan, Jakarta Selatan

Sedangkan ujian kesetaraan tingkat SMP atau Paket B juga dilakukan dua tahap, yaitu ujian sekolah dan ujian nasional berbasis komputer (UNBK).  Ujian sekolah dilakukan oleh Dinas Pendidikan Jakarta Selatan Wilayah II, yaitu oleh Seksi PAUD dan DIKMAS secara serentak bagi semua PKBM atau Homeschooling di wilayah DKI Jakarta. Mata pelajaran yang diujikan pada ujian sekolah yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, PKN, IPA, IPS, Bahasa Inggris, Muatan Lokal, Seni Budaya, Pendidikan Kesehatan dan Olah Raga, dan Agama. Pelaksanaan ujian sekolahPelaksanaa UNBK dilaksanaka pada 13,14, dan 20 Mei 2017. Mata pelajaran UNBK yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPA, IPS, Matematika, dan PKN.

P_20170401_090500.jpg
Ujian Sekolah Pendidikan Kesetaraan untuk Wilayah Jakarta Selatan II yang diikuti oleh peserta dari Homeschooling Metakognisi untuk tingkatan SMP atau Paket B (Homeschooling Metakognisi)

Nilai kelulusan adalah gabungan dari nilai raport dan nilai ujian sekolah dengan bobot nilai 70% untuk rata-rata nilai raport dan nilai ujian sekolah memiliki bobot nilai 30%.  Kelulusan adalah tidak ada nilai 5,5 di tiap mata pelajaran serta memiliki rata-rata semua mata pelajaran di atas 6,0. Untuk tingkatan SD atau paket A, nilai kelulusan adalah rata-rata nilai raport semester satu dan dua dari kelas 4,5, dan 6. Untuk tingkatan SMP atau paket B, nilai kelulusan adalah rata-rata nilai raport semester satu sampai lima dari kelas 1,2, dan 3.

Melalui sistem kelulusan ini, maka kemampuan siswa tidak dipotret dari ujian sekolah atau ujian nasional semata.  Melainkan dengan proses dan kemajuan yang dialami oleh siswa di setiap semesternya.  Oleh karena itu tingkat kelulusan dari siswa PKBM atau Homeschooling dapat mencapai 100%. (ags/Homeschooling Metakognisi).

Iklan

Kelulusan Siswa Paket C atau Setara SMA dari Homeschooling Metakognisi Tahun Ajaran 2016-2017

PKBM Metakognisi saat ini telah meluluskan 4 siswa Paket C atau setara dengan SMA.  Adapun siswa tersebut 3 orang dari program IPS dan 1 orang dari program IPA. Selain itu 3 siswa tergabung dalam Homeschooling Metakognisi Internasional dalam Kaplan Business School Preparation & Bridging Collage.

Ujian Paket C diselenggarakan dalam dua tahap, yaitu ujian sekolah yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Jakarta Selatan Wilayah II dan Ujian Nasional Berbasis Komputer.

IMG-20170415-WA0011.jpg
Peserta Ujian Pendidikan Kesetaraan dari Homeschooling atau PKBM Metakognisi bersama dengan PKBM lainnya di wilayah administrasi Jakarta Selatan (Homeschooling Metakognisi)

Untuk Ujian Sekolah terdiri dari 12 mata pelajaran untuk tiap program studi.  Program studi IPA terdiri dari Komputer, Seni Budaya, Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Sejarah, Bahasa Indonesia, Fisika, Kimia, Biologi, PKN, English, Matematika, dan Agama.  Program studi IPS terdiri dari mata pelajaran Komputer, Seni Budaya, Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Sejarah, Bahasa Indonesia, Geografi, Sosiologi, Ekonomi, PKN, English, Matematika, dan Agama

Untuk ujian nasional berbasis komputer (UNBK) diadakan pada 15,16,22, dan 23 April 2017 dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia, Kimia/Geografi, Matematika, Biologi/Sosiologi, English, Fisika/Kimia dan PKN.

IMG-20170415-WA0052
Siswa dari Homeschooling Metakognisi saat mengikuti Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan Paket C berbasis komputer di SMKN 15, Kebayoran baru, Jakarta Selatan (Homeschooling Metakognisi)

Siswa Homeschooling Metakognisi, selain belajar kurikulum nasional, mereka juga mengikuti program Kaplan Business School Bridging Preparation Collage.  Siswa Homeschooling Metakognisi dalam program Kaplan tersebut mempelajari subjek Geography of Business, Historical of Business, Management, Computer and Information Technology, Accounting, Economics, Mathematic of Business, Human Resources, Psychology of Consument, Business, dan Leaderships.  Mereka juga berlatih bahasa English dalam TOEFL Preparation setiap minggunya di Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu.

Jpeg
Siswa dari Homeschooling Metakognisi Internasional bersama guru dan kepala sekolah, Dr. (candt). Melani Arnaldi, M.Psi., Psi. (Homeschooling Metakognisi)

Siswa Homeschooling Metakognisi Internasional meraih nilai bahasa Inggris yang memuaskan di ujian sekolah dan ujian nasional berbasis komputer, yaitu di atas 80 untuk ujian sekolah dan 76 untuk UNBK.

Selamat bagi lulusan Homeschooling Metakognisi dan semoga sukses!

HOMESCHOOLING METAKOGNISI: APA DAN BAGAIMANA

===Back to formal school===

Konsentrasi buruk sehingga nilai jelek dan tidak stabil di sekolah formal. Perilaku yang menganggu di rumah dan sekolah karena hambatan psikologis seperti ADHD, ADD, disleksia, gangguan emosional, dan lainnya.  Mengalami kesulitan belajar, pencapaian prestasi yang rendah dan bahkan tidak naik kelas.  Atau kesibukan berkarir di usia muda dan sulit untuk bersekolah formal.  Inikah permasalahan yang putra dan putri Anda alami? Ingin solusi? Bergabunglah bersama kami di Homsechooling Metakognisi.

Homeschooling Metakognisi dengan asuhan Klinik Anak Kesulitan Belajar Hang Lekiu, membuka program kelas homeschooling, berkurikulum nasional.  Selain belajar dan mencapai target akademis yang bagus, peserta juga dilatih bagaimana mengendalikan diri (emosi dan perilaku) dengan baik sehingga dapat diterima kembali di sekolah formal dan lingkungannya.  Pencapaian akademis yang bagus dan perubahan perilaku akan dipantau melalui parameter psikologi yang telah teruji di Klinik Anak Kesulitan Belajar Hang Lekiu untuk anak kesulitan belajar sejak tahun 2004.  Sehingga diharapkan peserta homeschooling Metakognisi dapat beradaptasi dan berprestasi di sekolah formal kembali.  Homeschooling atau pendidikan alternative hanya merupakan jembatan untuk kembali berkiprah dan berprestasi di sekolah umum layaknya anak-anak normal lainnya.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

HOMESCHOOLING METAKOGNISI MEMBUKA PENDAFTARAN BARU :
Menerima siswa baru untuk tingkat SD/SMP/SMA/Umum
a.siswa baru homeschooling
b.pindahan/transfer dari sekolah formal (SD/SMP/SMU)

DESKRIPSI & METODE:

  1. Homeschooling kurikulum nasional (Ijazah resmi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan)
  2. Ujian kelulusan 1x dalam setahun dan bersamaan ujian nasional sekolah formal dengan ijasah setara dengan sekolah formal (Paket A/B/C) yang dapat digunakan untuk mendaftar ke sekolah formal ataupun universitas negeri dan ke luar negeri.
  3. Penyusunan program secara sinergis dan terarah berorientasi pada kualitas dibawah pengawasan Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu.  Dengan arahan dan asuhan psikolog, sehingga program disesuaikan dengan potensi masing-masing individu
  4. Kelas komunitas seminggu 4 kali atau 3 kali
  5. Practical & Experiment
  6. Final Project for port folio entrance to university (optional)
  7. Kelas kecil dengan tutor berpengalaman
  8. Kurikulum : Nasional/RSBT/Billingual/SBI

Informasi lebih lanjut hubungi

021- 7203400, 08561785391

Sekretariat :
Jl. Hang Lekiu IV No. 6 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Kelurahan Gunung, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, 12120
(dekat Jl. Pakubuwono dan Jl Patiunus, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan)

=====================================================
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

http://www.homeschoolingmetakognisi.wordpress.com
http://www.klinikanakkesulitanbelajar.wordpress.com
fb: klinik anak kesulitan belajar
twitter: @KAKBHangLekiu

HOMESCHOOLING METAKOGNISI

Anak Kesulitan Belajar Dan Homeschooling

Kasus anak kesulitan belajar di Indonesia cukup tinggi, sekitar 10% dari populasi di setiap kelas yang ada (Saputro, 2009).  Secara umum, anak kesulitan belajar bebeda dengan anak difable.  Mereka mengalami hambatan dalam bidang akademik, tak jarang banyak dari mereka suit beradaptasi di sekolah formal.  Oleh karena itu memerlukan bantuan atau terapi agar dapat beradaptasi kembali di sekolah formal, salah satunya dengan homeschooling atau pendidikan alternative berikut dengan terapi psikologi.

Anak kesulitan belajar ini, sebagian besar mengalami distorsi kognitif.  Penyebab terjadinya distorsi kognitif pada anak lebih dikarenakan tahapan perkembangan proses kognitif yang masih terbatas (Melani, 2006). Tahap konkret operasional (Piaget, 1954), pola pikir yang kaku, egosentris, dualisme (Barrow, 1990) menyebabkan anak mudah salah “false belief” dalam menginterprestasikan informasi dan pengalamannya (Vigotsky, 1962). Anak yang mengalami distorsi kognitif pada umumnya sulit meregulasi energinya yang dibutuhkan untuk mempertahankan kosentrasi dalam mengolah informasi.

Oleh karena itu, dengan meskipun kegiatan belajar dan mengajar di sekolah, dan atau dengan homescooling, jika anak kesulitan belajar tidak dilatih regulasi dirinya, akan sulit bagi mereka untuk kembali ke masyarakat.  Bekerjasama dangan Klinik Psikologi Anak Kesulitan Belajar Hang Lekiu, Homechooling Metakognisi memadukan terapi psikologi dengan kegiatan belajar dan mengajar, sehingga diharapkan peserta didik dapat kembali ke masyarakat, khususnya sekolah formal.  Terapi yang dilakukan yaitu dengan metode MMI (Melani Metakognisi Intervensi), yang teruji sejak tahun 2006, peserta didik akan dilatih bagaimana memperoleh regulasi diri yang baik dan strategi belajar sesuai potensi mereka.

1.      Homeschooling Metakognisi

Hoemschooling Metakognisi tidak hanya berfokus kepada kegiatan belajar dan mengajar, tetapi juga bagaimana peserta didik dapat kembali ke masyarakat melalui pendekatan psikologis.  Bekerjasama dengan Klinik Psikologi Anak Kesulitan Belajar Hang Lekiu, program tiap peserta didik akan berbeda, sesuai potensi dan kendala yang mereka hadapi.

Adapun tahapan pelayanan di Homeschooling Metakognisi adalah sebagai berikut (bagan 1):

  1. Proses Penerimaan Siswa
    1. Kelengkapan Administratif
    2. Tes Psikologi
  2. Terapi Melani Metakognisi Intervensi (MMI)
    1. Terapi psikologi yang dipadukan dengan kegiatan belajar dan mengajar
  3. Proses Kegiatan Belajar dan Mengajar
    1. Kelas Klasikal di Komunitas
    2. Praktikum
    3. Outing
  4. Evaluasi Kegiatan Belajar dan Mengajar
    1. Ulangan Blok, Semesteran, dan Kenaikan Kelas
    2. Raport
    3. Ujian Negara Kesetaraan (Paket A/B/C)

Pelayanan yang diberikan pada homeschooling metakognisi adalah bersifat tailor made dan personal approach didasarkan atas test psikologi di bawah supervisi Klinik Anak Kesulitan Belajar Hang Lekiu yang diasuh oleh Melani R. Arnaldi, M.Psi., Psi.  Hal ini penting untuk mengetahui, apakah siswa dapat bersekolah formal atau tidak.  Bagi siswa yang memiliki keunikan dan kesulitan beradaptasi di sekolah formal, maka ia dapat masuk ke dalam homeschooling metakognisi sekaligus menjalani terapi.  Akan tetapi bila siswa mampu beradaptasi di sekolah formal, maka ia hanya menjalani terapi yang dilakukan di Klinik Anak Kesulitan Belajar Hang Lekiu dan bersekolah formal.

2.      Melani Metacogintion Intervense (MMI) untuk peserta Homeschooling Metakognisi.

Berdasarkan penelitian Melani R. Arnaldi, M.Psi. Psi parameter proses kognitif untuk berdasarkan pengembangan Taksonomy Bloom (Krathwol, 2001) dibuatlah mengukur  perkembangan tahapan proses kognitif yang harus dicapai di dalam intervensi pada anak kesulitan belajar.  Mulai dari kosentrasi, daya ingaat, pemahaman, perilaku, analisa, sintesa, evaluasi sampai dengan tahap kreativitas berpikir. Intervensi ini meliputi tehnik pelatihan dimulai dari dialog, membaca, mendengarkan dan  menulis. Intervensi menggunakan  media  buku cerita bergambar karena terbukti lebih efektif menarik minat anak untuk dapat mempertahankan perhatiannya (Melani, 2008). Terapi akan dipandu dengan terapis yang cermat dalam memilih buku cerita yang disajikan dimulai dari pemilihan judul, tema, kata-kata dan bentuk penyajian gambar. Alasannya agar anak dapat melakukan metafora, dialog, refleksi, katarsis serta sugesti permasalahan psikologisnya.  Berdasarkan analisa test pada 150 anak kesulitan belajar (mix method) intervensi ini terbukti mampu mengatasi masalah kesulitan belajar secara tuntas. MMI  mampu meningkatkan self awareness sebagai control diri anak terhadap diri dan lingkungannya yang berpengaruh pada fungsi kognitif (Barrow,1990 ; Matlin, 2000 ; Freeman, 2005).

Intervensi metakognisi yang dilakukan kepada peserta didik dibagi tiga tahap:

  • Tahap pertama, yaitu tahap terapi dengan menggunakan dialog, sugesti dan methapore.
  • Tahap kedua, yaitu tahap pelatihan dasar fungsi kognitif
  • Tahap ketiga, yaitu tahap pelatihan strategi berpikir yang berupa pembekalan strategi belajar agar dapat mencapai tahapan proses pengolahan informasi yang optimal (William pierce, 2003).

Tujuan pelatihan ini tidak lain adalah agar anak terbiasa melakukan proses berpikir dengan tahapan proses kognitif yang benar. Penelitian didasari pandangan psikologi kognitif bahwa manusia adalah mahluk yang aktif dan  fungsi kognitif (otak) merupakan  pusat kontrol emosi dan perilaku. Pelatihan yang dilakukan secara intensif selama delapan bulan terbukti  dapat mempengaruhi meningkatnya nilai prestasi anak  di sekolah formal

Untuk informasi dan keterangan lebih lanjut, dapat menghubungi kantor kami di Jl. Hang Lekiu IV No. 6 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, 12120. Telp 021-7203400  Cp. Melani Arnaldi, M.Psi 0818788488; Muhbikun 085813985500.