Kategori: Uncategorized

The idea is to educate, n…

The idea is to educate, not follow anyone’s schedule about when something should be studied. – Ray Drouillard

Iklan

HOMESCHOOLING METAKOGNISI: APA DAN BAGAIMANA

===Back to formal school===

Konsentrasi buruk sehingga nilai jelek dan tidak stabil di sekolah formal. Perilaku yang menganggu di rumah dan sekolah karena hambatan psikologis seperti ADHD, ADD, disleksia, gangguan emosional, dan lainnya.  Mengalami kesulitan belajar, pencapaian prestasi yang rendah dan bahkan tidak naik kelas.  Atau kesibukan berkarir di usia muda dan sulit untuk bersekolah formal.  Inikah permasalahan yang putra dan putri Anda alami? Ingin solusi? Bergabunglah bersama kami di Homsechooling Metakognisi.

Homeschooling Metakognisi dengan asuhan Klinik Anak Kesulitan Belajar Hang Lekiu, membuka program kelas homeschooling, berkurikulum nasional.  Selain belajar dan mencapai target akademis yang bagus, peserta juga dilatih bagaimana mengendalikan diri (emosi dan perilaku) dengan baik sehingga dapat diterima kembali di sekolah formal dan lingkungannya.  Pencapaian akademis yang bagus dan perubahan perilaku akan dipantau melalui parameter psikologi yang telah teruji di Klinik Anak Kesulitan Belajar Hang Lekiu untuk anak kesulitan belajar sejak tahun 2004.  Sehingga diharapkan peserta homeschooling Metakognisi dapat beradaptasi dan berprestasi di sekolah formal kembali.  Homeschooling atau pendidikan alternative hanya merupakan jembatan untuk kembali berkiprah dan berprestasi di sekolah umum layaknya anak-anak normal lainnya.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

HOMESCHOOLING METAKOGNISI MEMBUKA PENDAFTARAN BARU :
Menerima siswa baru untuk tingkat SD/SMP/SMA/Umum
a.siswa baru homeschooling
b.pindahan/transfer dari sekolah formal (SD/SMP/SMU)

DESKRIPSI & METODE:

  1. Homeschooling kurikulum nasional (Ijazah resmi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan)
  2. Ujian kelulusan 1x dalam setahun dan bersamaan ujian nasional sekolah formal dengan ijasah setara dengan sekolah formal (Paket A/B/C) yang dapat digunakan untuk mendaftar ke sekolah formal ataupun universitas negeri dan ke luar negeri.
  3. Penyusunan program secara sinergis dan terarah berorientasi pada kualitas dibawah pengawasan Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu.  Dengan arahan dan asuhan psikolog, sehingga program disesuaikan dengan potensi masing-masing individu
  4. Kelas komunitas seminggu 4 kali atau 3 kali
  5. Practical & Experiment
  6. Final Project for port folio entrance to university (optional)
  7. Kelas kecil dengan tutor berpengalaman
  8. Kurikulum : Nasional/RSBT/Billingual/SBI

Informasi lebih lanjut hubungi

021- 7203400, 08561785391

Sekretariat :
Jl. Hang Lekiu IV No. 6 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Kelurahan Gunung, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, 12120
(dekat Jl. Pakubuwono dan Jl Patiunus, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan)

=====================================================
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

http://www.homeschoolingmetakognisi.wordpress.com
http://www.klinikanakkesulitanbelajar.wordpress.com
fb: klinik anak kesulitan belajar
twitter: @KAKBHangLekiu

HOMESCHOOLING METAKOGNISI

Anak Kesulitan Belajar Dan Homeschooling

Kasus anak kesulitan belajar di Indonesia cukup tinggi, sekitar 10% dari populasi di setiap kelas yang ada (Saputro, 2009).  Secara umum, anak kesulitan belajar bebeda dengan anak difable.  Mereka mengalami hambatan dalam bidang akademik, tak jarang banyak dari mereka suit beradaptasi di sekolah formal.  Oleh karena itu memerlukan bantuan atau terapi agar dapat beradaptasi kembali di sekolah formal, salah satunya dengan homeschooling atau pendidikan alternative berikut dengan terapi psikologi.

Anak kesulitan belajar ini, sebagian besar mengalami distorsi kognitif.  Penyebab terjadinya distorsi kognitif pada anak lebih dikarenakan tahapan perkembangan proses kognitif yang masih terbatas (Melani, 2006). Tahap konkret operasional (Piaget, 1954), pola pikir yang kaku, egosentris, dualisme (Barrow, 1990) menyebabkan anak mudah salah “false belief” dalam menginterprestasikan informasi dan pengalamannya (Vigotsky, 1962). Anak yang mengalami distorsi kognitif pada umumnya sulit meregulasi energinya yang dibutuhkan untuk mempertahankan kosentrasi dalam mengolah informasi.

Oleh karena itu, dengan meskipun kegiatan belajar dan mengajar di sekolah, dan atau dengan homescooling, jika anak kesulitan belajar tidak dilatih regulasi dirinya, akan sulit bagi mereka untuk kembali ke masyarakat.  Bekerjasama dangan Klinik Psikologi Anak Kesulitan Belajar Hang Lekiu, Homechooling Metakognisi memadukan terapi psikologi dengan kegiatan belajar dan mengajar, sehingga diharapkan peserta didik dapat kembali ke masyarakat, khususnya sekolah formal.  Terapi yang dilakukan yaitu dengan metode MMI (Melani Metakognisi Intervensi), yang teruji sejak tahun 2006, peserta didik akan dilatih bagaimana memperoleh regulasi diri yang baik dan strategi belajar sesuai potensi mereka.

1.      Homeschooling Metakognisi

Hoemschooling Metakognisi tidak hanya berfokus kepada kegiatan belajar dan mengajar, tetapi juga bagaimana peserta didik dapat kembali ke masyarakat melalui pendekatan psikologis.  Bekerjasama dengan Klinik Psikologi Anak Kesulitan Belajar Hang Lekiu, program tiap peserta didik akan berbeda, sesuai potensi dan kendala yang mereka hadapi.

Adapun tahapan pelayanan di Homeschooling Metakognisi adalah sebagai berikut (bagan 1):

  1. Proses Penerimaan Siswa
    1. Kelengkapan Administratif
    2. Tes Psikologi
  2. Terapi Melani Metakognisi Intervensi (MMI)
    1. Terapi psikologi yang dipadukan dengan kegiatan belajar dan mengajar
  3. Proses Kegiatan Belajar dan Mengajar
    1. Kelas Klasikal di Komunitas
    2. Praktikum
    3. Outing
  4. Evaluasi Kegiatan Belajar dan Mengajar
    1. Ulangan Blok, Semesteran, dan Kenaikan Kelas
    2. Raport
    3. Ujian Negara Kesetaraan (Paket A/B/C)

Pelayanan yang diberikan pada homeschooling metakognisi adalah bersifat tailor made dan personal approach didasarkan atas test psikologi di bawah supervisi Klinik Anak Kesulitan Belajar Hang Lekiu yang diasuh oleh Melani R. Arnaldi, M.Psi., Psi.  Hal ini penting untuk mengetahui, apakah siswa dapat bersekolah formal atau tidak.  Bagi siswa yang memiliki keunikan dan kesulitan beradaptasi di sekolah formal, maka ia dapat masuk ke dalam homeschooling metakognisi sekaligus menjalani terapi.  Akan tetapi bila siswa mampu beradaptasi di sekolah formal, maka ia hanya menjalani terapi yang dilakukan di Klinik Anak Kesulitan Belajar Hang Lekiu dan bersekolah formal.

2.      Melani Metacogintion Intervense (MMI) untuk peserta Homeschooling Metakognisi.

Berdasarkan penelitian Melani R. Arnaldi, M.Psi. Psi parameter proses kognitif untuk berdasarkan pengembangan Taksonomy Bloom (Krathwol, 2001) dibuatlah mengukur  perkembangan tahapan proses kognitif yang harus dicapai di dalam intervensi pada anak kesulitan belajar.  Mulai dari kosentrasi, daya ingaat, pemahaman, perilaku, analisa, sintesa, evaluasi sampai dengan tahap kreativitas berpikir. Intervensi ini meliputi tehnik pelatihan dimulai dari dialog, membaca, mendengarkan dan  menulis. Intervensi menggunakan  media  buku cerita bergambar karena terbukti lebih efektif menarik minat anak untuk dapat mempertahankan perhatiannya (Melani, 2008). Terapi akan dipandu dengan terapis yang cermat dalam memilih buku cerita yang disajikan dimulai dari pemilihan judul, tema, kata-kata dan bentuk penyajian gambar. Alasannya agar anak dapat melakukan metafora, dialog, refleksi, katarsis serta sugesti permasalahan psikologisnya.  Berdasarkan analisa test pada 150 anak kesulitan belajar (mix method) intervensi ini terbukti mampu mengatasi masalah kesulitan belajar secara tuntas. MMI  mampu meningkatkan self awareness sebagai control diri anak terhadap diri dan lingkungannya yang berpengaruh pada fungsi kognitif (Barrow,1990 ; Matlin, 2000 ; Freeman, 2005).

Intervensi metakognisi yang dilakukan kepada peserta didik dibagi tiga tahap:

  • Tahap pertama, yaitu tahap terapi dengan menggunakan dialog, sugesti dan methapore.
  • Tahap kedua, yaitu tahap pelatihan dasar fungsi kognitif
  • Tahap ketiga, yaitu tahap pelatihan strategi berpikir yang berupa pembekalan strategi belajar agar dapat mencapai tahapan proses pengolahan informasi yang optimal (William pierce, 2003).

Tujuan pelatihan ini tidak lain adalah agar anak terbiasa melakukan proses berpikir dengan tahapan proses kognitif yang benar. Penelitian didasari pandangan psikologi kognitif bahwa manusia adalah mahluk yang aktif dan  fungsi kognitif (otak) merupakan  pusat kontrol emosi dan perilaku. Pelatihan yang dilakukan secara intensif selama delapan bulan terbukti  dapat mempengaruhi meningkatnya nilai prestasi anak  di sekolah formal

Untuk informasi dan keterangan lebih lanjut, dapat menghubungi kantor kami di Jl. Hang Lekiu IV No. 6 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, 12120. Telp 021-7203400  Cp. Melani Arnaldi, M.Psi 0818788488; Muhbikun 085813985500.