Outing Siswa Paket A ke Taman Mini Indonesia

outing taman mini 1
Outing Siswa Paket A di Taman Mini Indonesia Indah (Homeschooling Metakognisi)

Siswa Paket A Homeschooling Metakognisi melakukan outing ke Taman Mini Indonesia Indah, Sabtu, 14 April 2018.  Acara ini didampingi oleh orang tua dan juga tutor dari Homeschooling Metakognisi.

Tujuan dari outing ini adalah untuk melakukan pembelajaran di luar kelas.  Siswa dapat melihat fenomena yang ada di masyarakat secara langsung serta menghubungkannya dengan materi pelajaran.

Outing yang dilakukan juga sebagai ajang rekreasi bagi siswa agar mereka tidak bosan dengan pembelajaran yang monoton di kelas.  Mereka dapat melakukan pembelajaran dengan suana yang menyenangkan di tempat rekreasi.

Hal ini menjadi penting bagi pembelajaran siswa karena siswa di Homeschooling Metakognisi adalah anak berkebutuhan khusus.  Diantaranya mereka mengalami borderline intellectual, borderline intellectual functioning, ADHD, autisme, dan lainnya. Pembelajaran yang menyenangkan penting bagi mereka untuk meningkatkan dan menjaga motivasi belajar.  Melalui outing ini, siswa merasakan suasana yang berbeda saat belajar dengan mengoptimalkan penginderaan.  Fenomena yang mereka amati di lapangan akan lebih berkesan dan menjadi sensasi yang berbeda dibandingkan pembelajaran di kelas.  Hal ini akan meningkatkan motivasi intrinsik dari siswa.

Acara ini dilakukan ke beberapa tempat di Taman Mini Indonesia.  Tempat tersebut yaitu Petualangan Dinosaurus, Teater Keong Emas, dan Museum Transportasi. Saat di Museum Transportasi, siswa melakukan pengisian lembar kerja yang telah disiapkan oleh tutor.

outing taman mini 2
Outing di Teater Keong Emas (Homeschooling Metakognisi)
outing taman mini 4
Outing di Teater Keong Emas (Homeschooling Metakognisi)
outing taman mini 5
Outing di Museum Transportasi (Homeschooling Metakognisi)
outing taman mini 3
Outing di Museum Transportasi (Homeschooling Metakognisi)
Iklan

PELAYANAN INKLUSI TERLENGKAP DI PKBM METAKOGNISI

Anak Berkebutuhan Khusus dan Pelayanan Inklusi

inklusi

Anak berkebutuhan khusus yang bersekolah di pendidikan inklusi perlu pendampingan dalam bentuk terapi yang berkelanjutan. Keterbatasan yang dimiliki anak bukan menjadi penghalang dalam memperoleh pendidikan, namun perlu penyesuaian terhadap hambatan yang dimiliki. Pendampingan ini tidak hanya disekolah namun juga dalam bentuk terapi. Melalui terapi yang diberikan kepada anak berkebutuhan khusus, diharapkan mereka mampu meningkatkan keterampilan dalam pendidikan formal inklusi yang diambil.

Anak berkebutuhan khusus didefinisikan sebagai anak dengan karakteristik khusus yang berbeda dengan anak pada umumnya tanpa selalu menunjukan pada ketidakmampuan mental, emosi atau fisik. Yang termasuk kedalam ABK antara lain: tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, tunalaras, kesulitan belajar, gangguan prilaku, anak berbakat, anak dengan gangguan kesehatan. Karena karakteristik dan hambatan yang dimilki, ABK memerlukan bentuk pelayanan pendidikan khusus yang disesuaikan dengan kemampuan dan potensi mereka.

Salah satu pelayana inklusi yang diberikan adalah kepada anak yang mengalami masalah dalam tumbuh kembang.  Anak berkebutuhan khusus tersebut adalah anak dengan autisme, cerebral palsy, dyslexia, ADHD, down syndrome, borderline intellectual.

Pendidikan inklusi adalah bentuk pendidikan yang menyatukan anak-anak berkebutuhan khusus dengan anak-anak normal pada umumnya untuk belajar. Pengertian pendidikan inklusi adalah sebuah pelayanan pendidik an bagi peserta didik yang mempunyai kebutuhan pendidikan khusus di sekolah regular ( SD, SMP, SMU, dan SMK) yang tergolong luar biasa baik dalam arti kelainan, lamban belajar maupun berkesulitan belajar lainnya.

Oleh karena itu pelayanan pendidikan inklusi diharapkan tidak hanya memberikan materi akademis saja, namun juga memberikan pelayanan terapi. Pelayanan yang terintegrasi antara pendidikan akademis dan terapi diharapkan akan mengoptimalkan tumbuh kembang anak lebih baik.

Pelayanan Sekolah Inklusi Di Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu

20161102_122540

PKBM Metakognisi bekerjasama dengan Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu menyelenggarakan pendidikan inklusi untuk anak berkebutuhan khusus seperti borderline intellectual, down syndrome, dyslexia, dan autism. Pendidikan inklusi ini terintegrasi dengan pelayanan terapi yang diberikan kepada anak sesuai dengan jenis gangguan yang dialami.

Melalui pendidikan dan pelayanan terapi yang terintegrasi ini, anak berkebutuhan khusus akan mendapatkan dokumen akademis seperti raport dan ijasah . Mereka akan diikutsertakan dalam ujian kesetaraan yaitu Paket A (setara SD), Paket B (Setara SMP), dan Paket C (setara SMA). Pelayanan pendidikan ini akan disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan individu.

Pemeriksaan dan Terapi

IMG_20170313_160727_908

Disisi lain, anak berkebutuhan khusus perlu dilakukan pemeriksaan yang lengkap untuk mengetahui sumber gangguan. Diagnosa yang tepat berdasarkan pemeriksaan yang akurat akan sangat mendukung keberhasilan dan efektivitas terapi yang dilakukan.

Pemeriksaan yang dilakukan tidak hanya meliputi faktor psikologis semata. Namun juga faktor fisik atau fisiologi tubuh anak perlu diperhatikan juga. Pemeriksaan yang dilakukan di Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu adalah pemeriksaan fungsi psikologi dengan test kesulitan belajar dan fungsi neurobiologi melalui EEG (elektroensefalografi). Jika dirasakan perlu adanya pemeriksaan lanjut, maka akan dirujuk untuk pemeriksaan MRI atau pencitraan otak yang lebih lengkap. Hasil pemeriksaan lengkap ini akan menentukan jenis terapi apa saja yang perlu dilakukan. Adapun terapi yang dilakukan antara lain adalah terapi neurofeedback, terapi metakognitif, fisioterapi, sensori integrasi, dan computer interaktif.

Pemeriksaan lengkap ini penting untuk melihat fungsi luhur atau system syaraf pusat atau otak yang terpengaruh akibat masalah berkebutuhan khusus ini. Dari pemeriksaan tersebut akan dilihat sejauh mana fungsi otak yang dapat dioptimalkan melalui terapi yang dilakukan. Oleh karena itu pemeriksaan dan terapi sejak dini atau dibawah 5 tahun dari anak berkebutuhan khusus akan memperbaiki fungsi otak lebih optimal.

Pemeriksaan dan terapi medis untuk anak berkebutuhan khusus di Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu dilakukan dengan bekerjasama dengan RSPAD Gatot Subroto dan Klinik Biosel Belmont. Pemeriksaan berupa MRI dan juga intervensi medis seperti akupuntur laser dan terapi sel punca (stem cell) dilakukan di kedua instansi tersebut. Intervensi medis dilakukan untuk memperbaiki struktur sel yang rusak atau terpengaruhi akibat masalah berkebutuhan khusus sehingga fungsi fisiologi dan psikologi nya akan terperbaiki.

Terapi Neurofeedback

Proses EEG

Terapi neurofeedback diberikan untuk melatih keseimbangan antara pikiran dan perasaan anak. Anak yang mengalami gangguan emosi kurang mampu mengendalikan pikiran dan perasaannya, sehingga perlu dilatih dengan neurofeedback dengan alat bantu EEG (elektroensefalografi). Neurofeedback adalah sejenis biofeedback yang mengukur gelombang otak untuk menghasilkan sinyal yang bisa dijadikan umpan balik untuk mengajarkan pengaturan fungsi otak sendiri.

Neurofeedback biasanya diberikan dengan menggunakan video atau suara, dengan umpan balik positif untuk aktivitas otak yang diinginkan dan umpan balik negatif untuk aktivitas otak yang tidak diinginkan. Pada pelatihan neurofeedback di Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu, individu akan dihubungkan dengan perangkat EEG melalui Bluetooth dengan beberapa aplikasi untuk melatih fokus atau meditasi. Contohnya adalah pelatihan dimana individu harus “fokus” atau “bermeditasi” untuk mencapai suatu tujuan.  Pelatihan ini akan mengukur dan melatih mental individu dari gelombang otak yang diolah oleh aplikasi neurofeedback. Pelatihan ini melatih kemampuan individu dalam mempertahankan keseimbangan antara emosi dan pikirannya dalam keadaan sadar.  Hal ini terlihat bagaimana menyeimbangkan antara meditasi dan fokus pada saat yang bersamaan.

Terapi metakognitif.

Jpeg

Intervensi atau terapi metakognitif adalah latihan untuk melibatkan kemampuan belajar, menyimpan, dan memanggil informasi dan melibatkan kemampuan belajar, ketrampilan organisasi dan manajemen waktu, ketrampilan test tasking, ketrampilan pemecahan masalah dan pengambilan keputusan (Solanto et al., 2010). Dalam praktek penerapan metode metakognisi adalah sebagai berikut.  Anak akan diberikan pengetahuan tentang tujuan penggunaan metode tersebut, yaitu bagaimana mengendalikan proses kognitif dan aplikasinya dalam situasi belajar nyata (Smith & Strick, 1999).  Intervensi metakognitif dapat diberikan kepada anak dengan pemberian makna bahwa kapasitas kognitif anak sama seperti orang dewasa. Terapi metakoognitif yang dilakukan dengan metode MMI.

Tahapan Melani’s Metacognition Intervention (MMI) Untuk Terapi Anak Kesulitan Belajar yaitu dengan tida teknik terapi psikologi. Intervensi Metakognitif bekerja dengan pendekatan tiga teknik terapi psikologi (Client-centered Therapy, Behaviouristic Therapy, dan Metacognitive Therapy).   Metode Metakognitif menggunakan pendekatan belajar seperti pada sekolah umum yaitu membaca, menulis dan menceritakan kembali. Untuk mencapai target dari intervensi (perubahan dalam kognitif, emosional, dan perilaku), dibutuhkan media buku cerita dengan tema sosial intelegensi yang didalamnya menceritakan mengenai tentang cara berempati, bersimpati, ketulusan, pengorbanan, kekeceawaan, kesedihan, keceriaan dan lain-lain.

Fisioterapi

Fisioterapi Akupuntur Listrik setara akupuntur 1000 jarum

Fisoterapi ini mampu meningkatkan fungsi fisiologi syaraf pusat dan tepi sehingga mampu meningkatkan  sensitivitas tactil.  Fisioterapi yang dilakukan adalah dengan menggunakan akupuntur listrik atau elektro akupuntur.  Teknik ini setara dengan 1000 jarum akupuntur namun tidak  menimbulkan rasa sakit serta aman bagi anak.

Melalui bantuan teknik akupuntur listrik ini, tumbuh kembang fisiologi tubuh anak dioptimalkan sehingga mampu  meningkatkan sensitivitas tactil, social initiation, receptive language, motor skills, coordination, dan rentang perhatian. Berdasarkan penelitian, alat ini dapat secara efektif meredakan gejala autisme anak dan meningkatkan kecerdasan, kemampuan bahasa, dan  kemampuan sosial adaptif.

 

Terapi Sensori Integrasi

Jpeg

Bagi anak berkebutuhan khusus yang masih mengalami gangguan perilaku dapat diperbaiki dengan terapi sensori integrasi. Hal dikarenakan anak berkebutuhan khusus seperti autis, mengalami masalah sensory processing disorder atau sensory integration dysfunction. Sensori integrasi adalah proses saraf yang melibatkan penerimaan, pengelompokkan, dan evaluasi dari informasi indrawi melalui modalitas seperti penglihatan dan pendengaran, serta memproduksi respon adaptif melalui impuls saraf yang disalurkan kepada saraf motorik. Oleh karena itu anak yang mengalami masalah sensori integration dysfunction atau sensori processing disorder memiliki masalah dalam penerimaan, pemerosesan, dan merespon informasi dari lingkungan.

Semua informasi yang kita terima tentang dunia, datang melalui sistem indera atau sensori. Karena banyak proses sensorik terjadi di dalam sistem saraf pada tingkat tidak sadar, kita biasanya tidak menyadarinya. Meskipun kita semua terbiasa dengan indra yang terlibat dalam rasa, bau, penglihatan, dan suara, namun kebanyakan dari kita tidak menyadari bahwa sistem saraf kita juga merasakan sentuhan, gerakan, gaya gravitasi, dan posisi tubuh.

Sama seperti mata yang mendeteksi informasi visual dan menyampaikannya ke otak untuk interpretasi, semua sistem sensorik memiliki reseptor yang mengambil informasi untuk dirasakan oleh otak. Sel di dalam kulit mengirimkan informasi tentang cahaya, sentuhan, rasa sakit, suhu, dan tekanan. Struktur dalam tubuh mendeteksi gerakan dan perubahan posisi kepala. Komponen otot, sendi, dan tendon memberi dan kesadaran akan posisi tubuh.

Anak berkebutuhan khusus yang mengalami gangguan perilaku mengalami masalah penginderaan tersebut. Hal ini berakibat kepada perilakunya yang sering tidak sesuai dengan tuntutan dari lingkungan. Melalui terapi sensori integrasi ini, penerimaan, pemerosesan, dan respon tubuh dari anak dilatih agar sesuai dengan konteks yang ada.

Interaktif Komputer.

CD interaktif

Melalui pelatihan interaktif computer, anak berkebutuhan khusus dilatih pemahaman konsep pelajaran dengan mudah. Proses pelatihan ini menggunakan media audio visual yang melatih konsep dan pemahaman materi pelajaran secara konkret dari gambar dan animasi yang ditampilkan. Proses belajar bagi anak menjadi mudah dan sesuai dengan keunikan individu sehingga memunculkan motivasi dalam belajar.  Pelatihan yang diberikan dengan meningkatkan kemampuan visual perception anak  dari media audio visual.

Untuk informasi dan pendaftaran pelayanan inklusi di Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu dapat menghubungi sdr. Agus (08561785391 wa/sms/telp). (Ags/PKBM METAKOGNISI)

Pendidikan Inklusi di PKBM Metakognisi dan Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu

inklusi

Setiap individu berhak mendapatkan pendidikan meski mengalami hambatan (PKBM METAKOGNISI)

 

Pemerintah Republik Indonesia, khususnya Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan telah memberikan ruang pendidikan bagi anak berkeutuhan khusus dalam bentuk sekolah inklusi. Hal ini penting untuk memberikan pelayanan atas hak asasi invidu dalam memperoleh akses pendidikan, terlepas mereka mengalami kekurangan. Di sisi lain anak yang mengalami gangguan perkembangan, seperti autisme, cerebral palsy, mental retardation, borderline intellectual functioning juga harus diakomodir kebutuhan pendidikannya melalui sekolah inklusi.

Hal ini penting, karena pendidikan merupakan pintu gerbang untuk meningkatkan kualitas hidup individu. Anak berkebutuhan khusus juga perlu mendapatkan keterampilan dasar yang diperoleh di institusi pendidikan seperti membaca, berhitung, dan pengetahuan lainnya agar mereka dapat survive di kehidupannya. Keterampilan tersebut diperoleh di pendidikan dasar dan menengah, yaitu tingkatan SD, SMP, dan SMA. Dimana pada tingkatan ini juga diajarkan anak untuk melatih kemampuan berpikir seperti logika, pemahaman, analisa, sintesa, kreativitas berpikir, dan komunikasi yang penting dalam kehidupan sehari-hari.

Oleh karena itu, berkebutuhan khusus juga berhak mendapatkan pendidikan sekolah dalam bentuk pelayanan inklusi. Pelayanan yang diberikan nantinya materi belajar akan disesuaikan dengan kemampuan anak. Namun dengan pelayanan inklusi ini, anak akan memperoleh ijasah dimana dapat melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi. Hal ini juga penting bagi anak untuk memperoleh kecapakan hidup serta administrasi kependudukan seperti Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP)

20161102_122602[1]

 

Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu bekerjasama dengan PKBM Metakognisi memberikan pelayanan pendidikan inklusi kepada anak kebutuhan khusus dan kesulitan belajar. Anak dengan autisme, mental retardation, borderline intellectual functioning, cerebral palsy dan masalah perkembangan lainnya dapat memperoleh pendidikan yang disesuaikan dengan kemampuan anak. Pelayanan pendidikan ini berupa sekolah Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP), dan Paket C (setara SMA).

Pelayanan pendidikan inklusi ini terintegrasi dengan terapi untuk anak berkebutuhan khusus. Pelayanan pendidikan di bawah naungan PKBM Metakognisi dan pelayanan intervensi atau terapi dari Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu terjadi secara parallel serta terintegrasi. Sehingga diharapkan anak akan terpenuhi hak pendidikannya serta tetap menjalani terapi dalam satu atap.   Hal ini mempermudah dalam koordinasi antara terapis dengan guru, serta pengawasan terhadap perkembangan anak.

Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu dan PKBM Metakognisi membuka pendaftaran siswa baru bagi anak berkebutuhan khusus. Siswa dengan autisme, mental retardation, borderline intellectual functioning,   cerebral palsy, dan masalah perkembangannya lainnya dapat mendaftarkan diri untuk belajar dan sekaligus menjalani proses terapi di PKBM Metakognisi dan Klinik Psikoneurologi Hang lekiu. Pendaftaran dibuka dari 1 April – 1 Agustus 2018. Untuk informasi dan keterangan lebih lanjut dapat menghubungi sdr. Agus (08567185391 WA/SMS/Telp).

Pembelajaran Interaktif Di Homeschooling Metakognisi

Anak kesulitan belajar pada umumnya mengalami hambatan dalam pemerosesan informasi.  Hal ini menyebabkan mereka mengalami banyak kegagalan dalam pencapaian akademisnya.  Oleh karena itu kegiatan belajar mengajar bagi anak kesulitan belajar harus dapat mengakomodasi hambatan yang mereka alami.

Salah satu bentuk pembelajaran yang dilakukan adalah dengan menggunakan media audio visual.  Siswa dengan kesulitan belajar akan lebih cepat memahami materi jika penyajian materi yang diberikan dibuat lebih mudah dan sesuai dengan karakteristik mereka. Oleh karena itu pembelajaran di Homeschooling Metakognisi dilakukan secara dinamis dan menyesuaikan dengan kondisi fisik dan psikologis anak.

Salah satu bentuk kegiatan yang dilakukan adalah dengan membuat penyajian visual dari materi pembelajaran oleh peserta didik.  Siswa dapat membuat rangkuman materi yang sederhana, ringkas, dan menarik untuk dapat meningkatkan minat belajar siswa.

Berikut adalah proses kegiatan belajar mengajar dengan membuat materi rangkuman visual oleh siswa dalam bentuk majalah dinding di homeschooling Metakognisi pada tingkatan SD.

WhatsApp Image 2017-11-09 at 10.13.41
Gambar 1. Pembuatan majalah dinding oleh siswa kelas 4 SD Homeschooling Metakognisi 

 

WhatsApp Image 2017-11-09 at 10.13.42
Gambar 2. Pembuatan majalah dinding oleh siswa Homeschooling Metakognisi

 

WhatsApp Image 2017-11-09 at 10.13.45
Gambar 3. Pembuatan majalah dinding oleh siswa Homeschooling Metakognisi

Berikut hasil karya peserta didik Homeschooling Metakognisi dalam pembuatan majalah dinding pada tingkatan SD.

WhatsApp Image 2017-11-09 at 12.10.00
Gambar 4. Hasil karya majalah dinding siswa Homeschooling Metakognisi

 

WhatsApp Image 2017-11-09 at 12.10.04
Gambar 5. Hasil karya majalah dinding siswa Homeschooling Metakognisi

 

WhatsApp Image 2017-11-09 at 12.10.06
Gambar 6. Hasil majalah dinding siswa Homeschooling Metakognisi

Kelulusan Paket A dan Paket B di Homeschooling Metakognisi Tahun Ajaran 2016-2017 Mencapai 100%

Tahun ajaran 2016/2017 telah berakhir dan ditandai dengan kenaikan kelas serta kelulusan peserta didik PKBM atau Homeschooling  Metakognisi di Paket A, B, dan C.

Setelah kelulusan Paket C atau setara dengan SMA, maka di bulan Juni ini, PKBM Metakognisi juga meluluskan peserta didik di tingkat Paket A dan B.  Dimana Paket A atau setara dengan SD pada tahun ajaran ini meluluskan 3 peserta didik dan Paket B atau setara dengan SMP meluluskan 3 peserta didik.

Jpeg
Suasana ujian sekolah Paket B dengan peserta dari PKBM atau Homeschooling Metakognisi sebagai penentu kelulusan dari peserta didik (Homeschooling Metakognisi)

 

IMG-20170505-WA0007
Suasana ujian sekolah dari Paket A atau setara SD sebagai penentu kelulusan (Homeschooling Metakognisi)

Pengumuman kelulusan Paket B atau setara SMP dilakukan pada 5 Juni 2017 dan kelulusan Paket A atau setara SD dilakukan pada  14 Juni 2017.  Pengumuman kelulusan dilakukan di PKBM Metakognisi atau Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu dengan presentasi kelulusan peserta didik Paket A dan Paket B adalah 100%.

Kerja keras tutor dan peserta didik paket A dan B telah terbayarkan dengan kelulusan yang mencapai 100%.  Syarat kelulusan adalah perpaduan dari rata-rata nilai raport dari kelas 4-6 untuk SD atau Paket A, kelas 7-9 untuk SMP atau Paket B dan nilai ujian sekolah dengan komposisi 70% nilai raport dan 30% nilai ujian sekolah. Dimana syarat kelulusan peserta didik adalah tidak ada angka di bawah 60 untuk rata-rata semua mata pelajaran, tidak ada angka 55 atau kurang di setiap mata pelajaran, serta mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK) untuk Paket B dan USMBD untuk Paket A.

Selamat kepada peserta didik PKBM atau Homeschooling Metakognisi untuk tingkatan SMP dan SD.  Semoga sukses di tingkat yang selanjutnya! (ags/Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu)

Penerimaan Siswa Baru Tahun Ajaran 2017-2018 Homeschooling Metakognisi

Anak kesulitan belajar seperti ADHD, ADD, slow learner, manic-depressive, Dyslexia jika tidak diintervensi sejak dini maka permasalahannya menjadi komplek.  Anak kesulitan belajar yang tidak tertangani tersebut bisa comorbid dengan depresi dan masalah klinis lainnya.  Sehingga mereka tidak mampu mengikuti tuntutan dari sekolah formal.

Permasalahan tersebut akan semakin menumpuk pada usia remaja, yaitu siswa SMP dan SMA dimana dapat menjadi gangguan emosional dan perilaku.  Salah satu permasalahan tersebut adalah siswa menjadi enggan untuk bersekolah dan mengurung diri di rumah.  Bila hal ini terjadi, maka perlu penanganan yang menyeluruh dimana masalah psikologis tertangani namun pendidikannya tidak tertinggal.

Salah satu pelayananan dari Klinik Psikoneurologi Hang Lekiu adalah Homeschooling Metakognisi.  Pelayanan yang diberikan adalah pelayanan menyeluruh antara terapi psikologis dan ketersedian legalitas pendidikan siswa.

Tahapan seleksi

Siswa yang bergabung di Homeschooling Metakognisi terlebih dulu dilihat permasalahan akademis dan psikologis yang dialami.  Siswa akan dites dan diobservasi terkait masalah kesulitan belajar yang yang terjadi.  Berdasarkan hasil test, observasi, dan permasalahannya seperti siswa sulit untuk mengikuti tuntutan sekolah formal, seperti kehadiran di kelas, kriteria ketuntasan minimum (KKM) mata pelajaran, ataupun permasalahan sosialisasi akan dirujuk untuk terapi secara penuh dan dipulihkan permasalahannya melalui pendidikan alternatif atau homeschooling.

Seleksi anak usia dini
Seleksi berupa test psikologi pada anak usia dini untuk melihat kesiapan belajar siswa serta gangguan yang dialami (Homeschooling Metakognisi)

Pelayanan Pendidikan

Siswa yang tergabung di Homeschooling Metakognisi akan menjalani terapi metakognitif dan terapi lainnya hingga permasalahannya menjadi tuntas.  Pembelajaran dilakukan dengan seminggu 4 kali pertemuan selama 2  – 4 jam.  Siswa akan belajar materi yang sama dengan materi yang diberikan pada sekolah formal dengan kurikulum nasional.

Siswa Homeschooling atau PKBM Metakognisi akan mendapatkan perlakuan yang setara dengan sekolah formal di tiap tingkatan yaitu SD, SMP, dan SMA.  Siswa akan dievaluasi setiap semesternya dan disajikan dalam bentuk raport.  Selain itu, siswa pada tingkatan akhir akan menempuh ujian nasional kesetaraaan Paket A untuk tingkatan SD, Paket B untuk tingkatan SMP, dan Paket C untuk tingkatan SMA, yang diselenggarakan oleh pemerintah dan mendapatkan ijasah.  Ijasah tersebut dapat digunakan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

20161102_122540
Ruang kelas dan kegiatan belajar dan mengajar dari siswa Homeschooling Metakognisi untuk tingkatan SMP da SMA (Homeschooling Metakognisi)

Profil Homeschooling Metakognisi

Homeschooling Metakognisi sudah berbadan hukum dibawah Yayasan Melani Metakognisi Indonesia sejak tahun 2012.  Ijin operasional penyelenggaraan pendidikan terdaftar dengan nomor 003/1151/317407/-1.851.33.  PKBM Metakognisi memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) yang terdaftar di Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yaitu P9948188.

Pendaftaran Siswa Baru.

Pendaftaran siswa baru periode 1 dibuka Mei 2017 – Agustus 2017.  Untuk pendaftaran siswa baru dapat menghubungi sdr. Agus (08561785319) atau Muhbikun (082213386726).

Ujian Pendidikan Kesetaraan Bagi Siswa Berkebutuhan Khusus di Homeschooling Metakognisi tahun ajaran 2016-2017

Siswa berkebutuhan khusus tetap memiliki hak untuk memperoleh pendidikan yang setara dengan siswa formal.  Namun tetap mengedepankan kesesuaian dengan kemampuan anak di mana mereka memiliki keunikan dan keistimewaan dibandingkan dengan siswa normal.

IMG-20170504-WA0008
Siswa berkebutuhan khusus dari Homeschooling Metakognisi di dampingi orang tua dan atau guru saat mengerjakan Ujian Sekolah Pendidikan Kesetaraan (Homeschooling Metakognisi)

Homeschooling atau PKBM Metakognisi telah mengakomodir siswa berkebutuhan khusus di tingkat SD dan SMP.  Di mana mereka tidak mampu bersekolah di sekolah formal karena keterbatasan fisik dan psikologisnya.  Siswa berkebutuhan khusus seperti Disleksia, Manic-Depressive, dan Cerebal Palsy dapat bersekolah dengan perlakuan khusus yaitu terapi sekaligus mendapat legalitas formal dari pembelajaran yang dilakukan.  Bahkan mereka mampu mengikuti ujian kesetaraan yang diselenggarakan oleh pemerintah.

Mereka tetap mendapatkan pendidikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan juga diterapi pada saat yang bersamaan.  Sehinga perbaikan yang terjadi beriringan dengan proses belajar dan mengajar yang berlangsung.  Siswa tidak hanya fokus kepada pelajaran, namun juga proses terapi yang dilakukan sehingga mereka dapat kembali ke sekolah formal di kemudian hari.

Ujian kesetaraan tingkat SD atau Paket A dilakukan dua tahap, yaitu ujian sekolah dan ujian nasional berbasis daerah.  Ujian sekolah dilakukan oleh Dinas Pendidikan Jakarta Selatan Wilayah II, yaitu oleh Seksi PAUD dan DIKMAS secara serentak bagi semua PKBM atau Homeschooling di wilayah DKI Jakarta.  Pelaksaaan Ujian dilaksanakan di SDN 01 Ragunan pada 3,4,5,6 Mei 2017.  Mata pelajaran yang diujikan pada ujian sekolah yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, PKN, IPA, IPS, Muatan Lokal. Seni Budaya, Pendidikan Kesehatan dan Olah Raga, dan Agama. Ujian sekolah Sedangkan ujian nasional berbasis daerah dilaksanakan pada 15,16, dan 17 Mei 2017 di SDN 01 Ragunan, Jakarta Selatan.  Sedangkan mata pelajaran yang diujikan pada ujian nasional adalah Bahasa Indonesia, PKN, Matematika, IPS, dan IPA.

IMG-20170505-WA0007
Ujian Sekolah Pendidikan Kesetaraan Paket A atau setara dengan Sekolah Dasar (SD) yang diikuti peserta dari Homeschooling Metakognisi di SDN 01 Ragunan, Jakarta Selatan

Sedangkan ujian kesetaraan tingkat SMP atau Paket B juga dilakukan dua tahap, yaitu ujian sekolah dan ujian nasional berbasis komputer (UNBK).  Ujian sekolah dilakukan oleh Dinas Pendidikan Jakarta Selatan Wilayah II, yaitu oleh Seksi PAUD dan DIKMAS secara serentak bagi semua PKBM atau Homeschooling di wilayah DKI Jakarta. Mata pelajaran yang diujikan pada ujian sekolah yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, PKN, IPA, IPS, Bahasa Inggris, Muatan Lokal, Seni Budaya, Pendidikan Kesehatan dan Olah Raga, dan Agama. Pelaksanaan ujian sekolahPelaksanaa UNBK dilaksanaka pada 13,14, dan 20 Mei 2017. Mata pelajaran UNBK yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPA, IPS, Matematika, dan PKN.

P_20170401_090500.jpg
Ujian Sekolah Pendidikan Kesetaraan untuk Wilayah Jakarta Selatan II yang diikuti oleh peserta dari Homeschooling Metakognisi untuk tingkatan SMP atau Paket B (Homeschooling Metakognisi)

Nilai kelulusan adalah gabungan dari nilai raport dan nilai ujian sekolah dengan bobot nilai 70% untuk rata-rata nilai raport dan nilai ujian sekolah memiliki bobot nilai 30%.  Kelulusan adalah tidak ada nilai 5,5 di tiap mata pelajaran serta memiliki rata-rata semua mata pelajaran di atas 6,0. Untuk tingkatan SD atau paket A, nilai kelulusan adalah rata-rata nilai raport semester satu dan dua dari kelas 4,5, dan 6. Untuk tingkatan SMP atau paket B, nilai kelulusan adalah rata-rata nilai raport semester satu sampai lima dari kelas 1,2, dan 3.

Melalui sistem kelulusan ini, maka kemampuan siswa tidak dipotret dari ujian sekolah atau ujian nasional semata.  Melainkan dengan proses dan kemajuan yang dialami oleh siswa di setiap semesternya.  Oleh karena itu tingkat kelulusan dari siswa PKBM atau Homeschooling dapat mencapai 100%. (ags/Homeschooling Metakognisi).